Pemanfaatan Tepung Tulang Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) sebagai Sumber Kalsium dan Fosfor untuk Meningkatkan Nilai Gizi Biskuit

  • Ruslan A. Daeng Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
Keywords: Biskuit, kalsium fosfor, tepung tulang ikan cakalang

Abstract

Pengelolaan limbah dari industri perikanan di Maluku Utara belum optimal dilakukan sehingga menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap lingkungan, padahal limbah tersebut dapat diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomis.  Limbah pengolahan ikan seperti kepala, tulang, sisik dan kulit biasanya dibuang dan tidak dimanfaatkan oleh masyarakat atau   industri perikanan. Limbah yang dihasilkan berupa padatan dan cairan cukup besar pada umumnya berkisar antara 40-50% dari berat total ikan, tergantung jenis ikan yang diolah. Biskuit adalah jenis yang terbuat dari adonan keras melalui proses fermentasi atau pemeraman, berbentuk pipih yang mengarah kepada rasa asin dan relatif renyah, serta bila dipatahkan penampang potongannya berlapis-lapis. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan limbah ikan cakalang berupa tulang yang akan dijadikan sebagai tepung untuk ditambahkan ke dalam bahan pembuatan biskuit dan untuk mengetahui mutu sensori dari produk biskuit meliputu kenampakan, bau, rasa dan tekstur. Sedangkan manfaat penelitian adalah untuk menambah informasi tentang pemanfaatan limbah hasil perikanan yaitu  limbah tulang ikan cakalang yang ditambahkan ke dalam bahan pembuatan biscuit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2018 di Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan (THP) Kampus A, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Kelurahan Sasa Kota Ternate Selatan dan di Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk uji kimia. Dari hasil penilitian dapat disimpulakan bahwa darai hasil uju kimia menunjukan bahwa hasil kadar air (2,01%, 2,38%), kadar abu (1,01%, 2,83%), dan kadar lemak (22,00%, 22,94%) memberikan pengaruh nyata terhadap biscuit tepung tulang ikan cakalang, sedangkan protein, karbohidrat by difference, kalsium dan fosfor memberikan pengaruh tudak nyata terhadap biscuit tepung tulang ikan cakalang.

Author Biography

Ruslan A. Daeng, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

S.Pi., M.Si

References

Almatsier S. 2003. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka.
Anggreani D. 2003, Analisis Mineral Plasma Darah.[Standard Operating Prosedure].Bogor Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
Anonim. 2008. http//ww. Indoskripsi.Tepung tulang ikan.[Diakses 20 Maret 2010].
Artama T. 2001. Pemanfaatan tepung ikan lemuru (Sardinela longceps) untuk meningkatkan mutu fisik dan nilai biskuit [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Dahuri R. 2004. Gerakan Makan Ikan, Budaya Bahari dan Kualitas Hidup Bangsa, Harian Kompas, Jakarta.
Gardjito M. 2009. Pengolahan Pangan dan Gizi, Pusat Kajian Makanan Tradisional. Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.
Gazperz V. 1991. Metode Rancangan Percobaan. CV. Amirco. Bandung.
Junianto. 2003. Produksi gelatin dari tulang ikan dan pemanfaatannya sebagai bahan dasar pembuatan cangkang kapsul. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Pedjajaran
Manley D. 2001.Biscuit, crackers and cookies recepies for food industry. Westport Conecticut: AVI Publishing Company Inc.
Raitz LL, Smith WH, PlumleeMP. 1987. A Simple Wet Oxidation Prosedure for Biological Materials. Wets Lafayete: Animal Science Purdue University.
[SNI] Standarisasi Nasional Indonesia. SNI 01-2973-1992.Mutu dan Cara Uji Biskuit. Jakarta: Bharatara Karya Aksara.
Steel RGD dan Torrie JH. 1991. Prinsip dan Prosedur Statestika. Penerjemah: Sumantri B. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Tangke, U., Karuwal, J. W. C., Mallawa, A., & Zainuddin, M. 2017. Analisis Hubungan Suhu Permukaan Laut, Salinitas, Dan Arus Dengan Hasil Tangkapan Ikan Tuna Di Perairan Bagian Barat Pulau Halmahera. Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, 3(5).
Tangke, U., Mallawa, A., & Zainuddin, M. 2011. Analisis hubungan karakteristik oseanografi dan hasil tangkapan yellowfin tuna (Thunnus albacares) di perairan Laut Banda. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 4(2), 1-14. DOI: 29239/j.agrikan.4.2.1-4


Tangke U., 2014. Parameter populasi dan tingkat eksploitasi ikan tongkol (Euthynnus affinis) di perairan Pulau Morotai. Agrikan: Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan. 7(1):74–81. DOI: 10.29239/j.agrikan.7.1.74-81.
Tangke U., Deni S., & Aunaka A., 2018a. The Influence of Using Bait Types to the Number and Composition of Fishing Traps Catch in South Ternate Waters. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 175(1):12231. DOI: 10.1088/1755-1315/175/1/012231.
Tangke U., Mallawa A., & Zainuddin M., 2011. Analisis hubungan karakteristik oseanografi dan hasil tangkapan yellowfin tuna (Thunnus albacares) di perairan Laut Banda. Agrikan: Jurnal Agribisnis dan Perikanan. 4(2):1–14. DOI: 10.29239/j.agrikan.4.2.1-14.
Tangke U., Sangadji I., Rochmady R., & Susiana S., 2018b. A population dynamic aspect of Selaroides leptolepis in the coastal waters of South Ternate Island, Indonesia. AACL Bioflux. 11(4):1334–1342.
Thalib A. 2008. Pemanfaatan tepung tulang ikan madidihang sebagai sumber kalsium dan fosformeningkatkan nilai gizi makron kenari [tesis].Bogor:Jurusan Teknologi Hasil Prikanan,Institut Pertanian Bogor.
Winarno FG. 1985. Limbah Perikanan. Kantor Menteri Muda Urusan Peningkatan Produksi Pangan. Jakarta.
Winarno FG. 1997. Kimia Pangan dan Gizi.Jakarta: Gramedia Pustaka.
Published
2019-07-10
Section
Articles