Sistem Usaha Tani Terintegrasi Tanaman-Ternak

  • Hamka Hamka Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
Keywords: Usaha tani terintegrasi, sistem usaha, analisis risiko

Abstract

Sistem usaha tani terintegrasi antara tanaman dan ternak telah lama dilakukan oleh rumah tangga petani di Indonesia, terutama di pedesaan. Umumnya rumah tangga petani menggunakan persediaan makanannya untuk mencukupi konsumsi sendiri dan selebihnya dijual. Karakteristik yang dijumpai pada petani tersebut adalah melakukan usaha tani campuran dalam upaya mendapatkan keuntungan yang maksimal dan meminimalkan risiko. Ada empat model penerapan sistem usaha tani campuran, yaitu: 1) sistem yang dipraktekkan secara alami dan turun-temurun oleh petani setempat, 2) sistem usaha tani tanpa melibatkan ternak, 3) sistem usaha tani ternak, dan 4) system usaha yang berbasis pada sumber daya lahan, tenaga kerja, dan modal. Masing-masing sistem usaha tani tersebut memiliki risiko dan ketidakpastian usaha di masa yang akan datang. Beberapa risiko mendasar pada sistem usaha tani adalah risiko produksi, risiko usaha dan finansial, serta risiko kerusakan. Dari risiko mendasar tersebut, dengan menggunakan perhitungan sistem fungsional, usaha tani terintegrasi tanaman-ternak mempunyai peluang risiko yang minimal.

Author Biography

Hamka Hamka, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Staf Pengajar Prodi AGRIBISNIS FAPERTA Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

References

Amir, P. and H.C. Knipscheer. 1989. Conducting on farm animal research: Procedures and economic analysis. Winrock International, Morrilton, Arkansas.

De Boer, A.J. and D.E. Welsch. 1977. Constraints on cattle and buffalo production in a Northern Thai Village. In R.D. Stevens (Ed). Tradition and Dynamics in Small-Farm Agriculture, Economic Studies in Asia, Africa and Latin America. The Iowa State University Press, Ames.

Diwyanto, K., B.R. Prawiradiputra, dan D. Lubis. 2002. Integrasi tanaman-ternak dalam pengembangan agribisnis yang berdaya saing, berkelanjutan dan berkerakyatan. Wartazoa, Buletin Ilmu Peternakan Indonesia 12(1): 1−8.

Ginting, S.P. 1991. Keterpaduan ternak ruminansia dengan perkebunan: 2. Pola pemeliharaan dan produksi ternak. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian X(1): 9−12.

Prawirosentono Suyadi. 2005. Riset Operasi dan Ekonofisika.PT. Bumi Aksara, Jakarta
Published
2010-05-10
How to Cite
Hamka, H. (2010). Sistem Usaha Tani Terintegrasi Tanaman-Ternak. JURNAL AGRIKAN (Agribisnis Perikanan), 3(1), 1-8. https://doi.org/10.52046/agrikan.v3i1.1080