Ekosistem Padang Lamun

(Manfaat, Fungsi dan Rehabilitasi)

  • Umar Tangke Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
Keywords: Lamun, Seagrass, Rehabilitasi

Abstract

Ekosistem pesisir umumnya terdiri atas 3 komponen penyusun yaitu lamun, terumbu karang serta mangrove. Bersama-sama ketiga ekosistem tersebut membuat wilayah pesisir menjadi daerah yang relatif sangat subur dan produktif. Komunitas Lamun sangat berperan penting pada fungsi-fungsi biologis dan fisik dari lingkungan pesisir. Pola zonasi
padang lamun adalah gambaran yang berupa rangkaian/model lingkungan dengan dasar kondisi ekologis yang sama pada padang lamun. Aktivitas manusia di sekitar pesisir dapat berupa pertanian, peternakan dan pelabuhan tradisional serta pemukiman penduduk. Oleh karena aktivitas manusia yang tidak memperhatikan lingkungan pesisir akan mengakibatkan perubahan komunitas lamun sebagai penunjang ekosistem pesisir. Banyak kegiatan pembangunan di wilayah pesisir telah mengorbankan ekosistem padang lamun, seperti kegiatan reklamasi untuk pembangunan kawasan industri atau pelabuhan ternyata menurut data yang diperoleh telah terjadi pengurangan terhadap luasan kawasan padang lamun, Sehingga pertumbuhan, produksi ataupun biomasanya akan mengalami penyusutan. Di sisi lain masih kurang upaya yang kita berikan untuk menyelamatkan ekosistem ini. Meskipun data mengenai kerusakan ekosistem padang lamun tidak tersedia tetapi faktanya sudah banyak mengalami degradasi
akibat aktivitas di darat. Sebagai sumber daya pesisir, ekosistem padang lamun memiliki multi fungsi untuk menunjang sistem kehidupan dan berperan penting dalam dinamika pesisir dan laut, terutama perikanan pantai sehingga pemeliharaan dan rehabilitasi ekosistem lamun merupakan salah satu alasan untuk tetap mempertahankan
keberadaan ekosistem tersebut.

Author Biography

Umar Tangke, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Staf Pengajar Prodi THP, FAPERTA, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

References

Aswandy, I. 2003. Asosiasi Fauna Krustasea dengan Potongan-Potongan Lamun di Laut Dalam. Jurnal Oseana Vol XXVIII, No 4. ISSN 0216-1877.
Azkab, M.H. 1987. Percobaan transplantasi lamun , Cy modocea rot undat a Ehrenb.&Hempri.ex Aschers di rataan terumbu Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Kongres Nasional Biologi VIII, Purwokerto 8-10 Oktober 1987, 20 h.
Azkab, M.H. 1988. Transplantasi lamun, Thalassia hemprichli(Ehrenb.)Aschers di rataan terumbu Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Dalam: Teluk Jakarta; biologi, budidaya, oseanografi, geol ogi dan kondisi perairan ( M. K. Moosa, D. P. Praseno dan Sukarno, eds.). Puslitbang Oseanologi-LIPI, Jakarta, 105-111.
Azkab, M.H.1988. Pertumbuhan dan produksi lamun, Enhalus acoroides di rataan terumbu di Pari Pulau Seribu.Dalam: P3O-LIPI, Teluk Jakarta: Biologi,Budidaya, Oseanografi,Geologi dan Perairan. Balai Penelitian Biologi Laut, Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi-LIPI, Jakarta.
Azkab, M.H.1999. Kecepatan tumbuh dan produksi lamun dari Teluk Kuta, Lombok.Dalam:P3O-LIPI, Dinamika komunitas biologis pada ekosistem lamun di Pulau Lombok, Balitbang Biologi Laut, PustlibangBiologi Laut-LIPI, Jakarta.
Azkab, M. H. 1999. Pedoman Inventarisasi Lamun. Jurnal Oseana, Volume XXIV, Nomor 1, 1999 : 1- 16 ISSN 0216-1877.
Backman, T.W. and D.C. Barilotti 1976. Irradiance reduction: effects on standing crops eelgrass Zostera marina in a coatal lagoon. Mar.Biol. 34(1): 33- 40.
Barber, B.J.1985. Effects of elevated temperature on seasonal in situ leaf productivity of Thalassia testudinum banks ex konig and Syringodium fliforme kutzing. Aquatic Botany 22:61-69.
Bengen,D.G. 2001. Sinopsis ekosistem dan sumberdaya alam pesisir. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Instititut Pertanian Bogor.
Bethel, J.P. 1961. Webster's new collegiate dictionary.The Riverside Preass, Cabridge, 1774p.
ChurchilL, C.A., A.E. COK and M.1. RINER 1978. Stabilization of subtidal sediments by the transplantation on the seagrass Zostera marina. Rept. No.NYSSGJP-RS-78-15, New York, 25 p.
Cottam, C. and A.D. Munro 1954. Eel-grass status and environmental relations. ,J. Wild.Manag. 8(4): 449-460.

Den Hartog, C. (1970). "Sea grasses of the world" North Holland Publishing c o . , A m s t e r d a m , L o n d o n p p . 2 7 2 .
Darovec, J.E., 1.M. Carlton, T.R. Pulver, M.D. Moffler, G.B. Smith, W.K. Whitfield, S.A.
Willis, K.A. Steidinger and E.A. Joyce 1975. Techniques for coastal restoration and fishery enhancement in Florida. Nat.Kesour.Bur.Mar.Re.s.St. 15: 10-30.
Durak;O, M.J. and M.D. Moh-ler 1981. Variation in Thalassia testudinum seedling growth related to geographic origin. In: Proc.8th Ann.Conf. Wetlands Restoration and
Creation. (R.H. Stovall, ed.). Hillsbrough Community Colege, Tampa, Florida, p.132-154.
Eleuterius, L.N. 1974. A study of plant establishment on spoil areas in Missisippi sound and adjacent waters. Report No. 74, US Army. 47p.
Fenchel, T 1977. Aspects of the decomposition of seagrasses. Nat.Sci. Found., Leiden, 18p.
Fonseca, M.S. 1987. The management of seagrass system. Trop. Coast. Area. Manag. 2(2): 5-10.
Fonseca, M.S., G.W. thayer and W.J. KenworthY. 1987. The use ecological data in the implimentation and management of seagrass restoration. In: Proc. of the
Symp. on Subtropical-Tropical Seagrass of the Souteastern United Stated (M.J Durako, R. C. Phillips and R.R. Lewis, eds.). Fla.Mar.Res.Publ. 42: 1-209.
Gary, R. and S. Langley 1985. Seagrass mitigation in Biscayne Bay, Florida. In: Coastal Zone (0.T. Magoon, ed.). ASCE, New York, p 904-919.
Ginsburg, R. and H.A. Lowestan 1958. The influence of marine bottom communities on the depositional environments of sediment. J. Geol. 66 (3): 310-318.
Hartog, C.den.1970. Seagrass of the world. North-Holland Publ.Co.,Amsterdam Jannasch, H. W., K. EIMHJELLEN, CO. WIRSEN and A f ARMANFARMIAN, 1971.
Microbial degradation of organic matter in the deep sea. Science 171: 672-682.
Jannasch, H. W. and CO. WIRSEN, 1973. Deep-sea microorganisms: In situ response to nutrient enrichment. Science 180:641-643.
KikuchI, T. and J.M. Peres 1977. Cosumer ecology of seagraa beds.. In : MCROY and C.
HELFERICH (eds.) Seagrass ecosystem : A scientific perspective. Mar. Sci. Vol. 4 Marcel Dekker Inc. New York: 357 pp.
Kiswara W. 1999. Perkembangan Penelitian Ekosistem Padang Lamun di Indonesia. Disampaikan pada Seminar Tentang Oseanografi Dalam Rangka Penghargaan
kepada Prof. Dr. Apriliani Soegiarto, M.Sc, Puslitbang Oseanografi LIPI Jakarta 1999
L e w i s , R . R . a n d R . C . P h i l l i p s 1980. Occurance of seeds and seedlings of
Thalassia testudinum Banks ex Konig in the Florida Keys (USA). Aquat.Bot. 9: 377-380.
Lewis, R.R., R.C. Phillips, D.J. Adamek and J.C. Cato 1982. Final report, seagrass revegetation studies in Monroe County. Florida Oept. of Transportation. Thallahassac, Florida, 95p.
McRoy, C.P. & C. Helferich. (1977). "Sea Grass Ecosystem" Marcel Dekker Inc. New York & Basel pp. 314
Phillips dan H.P.Calumpong. 1983. Sea Grass from the Philippines. Smithsonian Cont. Mar. Sci. 21. Smithsonian Inst. Press, Washington.
Poiner, I.R. & G. Roberts,.(1986) "A brief review of seagrass studies in Australia. Proc.National conference and Coastal Management. 2, 243-248
Thayer, G.W., S.M. ADAMS and M.W. LA CROIX 1975. Structural and functional aspects of a recently established Zostera marina community. In : L.E. CRONIN (ED.).
Estuarine Research Vol. I. Academic Press, New York:207 pp.
Thomlinson, P.B. 1974. Vegetative morphology and meristem dependence - the Foundation of Productivity in seagrass. Aquaculture 4: 107-130.
Thorhaug, A. 1986. Review of seagrass restoration efforts. Ambio 15(2): 110117.
Thorhaug, A. and C.B. Austin 1976. Restoration of seagrass with economic analysis. Env. Conserv. 3 (4) : 259-257
Wake, J. (1975). A study of habitat requirements and feeding biology of dugong, Dugong dugong (Muller). Unpublished BSc Thesis, Departmen of Marine Science, James Cook University of North Queensland, Townsville pp. 6 - 7.
Wood, E. J. F. , W.E. Odum and J. C. Zieman. (1969), Influence of the seagrasses on the productivity of coastal lagoons, laguna Costeras. Un Simposio Mem. Simp. Intern. U.N.A.M. - UNESCO, Mexico,D.F., Nov., 1967. pp 495 - 502.
Wolff, T., 1962. The systematic and biology of bathyal and abyssal Isopoda Assellota. Galathea Rep. 6:1-320.
Wolff, T, 1975. Deep-sea Isopoda from the Carribean Sea and Puerto Rico Trench. Trudy Inst. Okeanol 100:275-232 (in Russian).

Wolff, T. 1980. Animals associated with seagrass in the deep sea. In: Handbook of seagrass biology (R.C. Phillips and P.C. McRoy, eds.). Garland STPM Press, New York, p. l99-2.24.
Zieman, J.C. (1975). "Tropical seagrass ecosystems and pollution" In Tropical Marine pollution. E.J. Ferguson wood & R.E. Johannes (ed.). Elsevier Sci. Publsh. Co. Amsterdam pp. 63-73.
Published
2010-05-06
How to Cite
Tangke, U. (2010). Ekosistem Padang Lamun. JURNAL AGRIKAN (Agribisnis Perikanan), 3(1), 9-29. https://doi.org/10.52046/agrikan.v3i1.1081